Rizki Agung Yudhiar 351363006 Manajemen Pengetahuan
Selasa, 20 Juni 2017
Sampah Plastik Ternyata Bisa Jadi Celana Jin Keren Lo, Harganya Pun Tidak Murah
Masalah sampah plastik bisa jadi akan terpecahkan. Sebabnya, limbah plastik yang memusingkan banyak negara di dunia itu bisa di-recycle menjadi celana jin lo.
Karena dari plastik bening, kaki pemakai celana jeans plastik ini pun pastinya akan menerawang sangat jelas. Busana yang tidak biasa ini dijual mulai bulan lalu secara online dengan harga 100 dolar atau sekitar Rp1,3 juta.
Topshop, produsen celana jin itu, memang tidak berkomentar dari mana ide busana yang tidak biasa itu.
Meskipun demikian, celana jin plastik itu sepertinya dapat tanggapan besar dari para pembelanja online. Beberapa minggu setelah diluncurkan, MOTO Clear Plastic Straigh Leg Jeans langsung ludes stoknya.
Celana jin yang berbahan plastik ini merupakan gabungan dari banyak elemen jin keluaran MOTO yang fashionable. Termasuk potongan jahitan dan saku klasiknya.
Tetapi, kurangnya bahan denim yang digunakan jadi sangat susah bila dianggap celana jin. Tampilannya terlihat lebih seperti sebuah kantung plastik yang bisa dimasukan kaki kita.
Mulanya memang banyak orang menganggapnya seperti lelucon. Tapi seiring berjalannya waktu Topshop tetap menampilkan produk barunya yang “gila” itu.
Setelah itu orang-orang pun berhenti menertawakan. Mereka pun mulai mengomentari celana jin dari plastik itu di dunia maya.
“100 dolar hanya untuk sebuah jas hujan yang menutupi kakiku, terima kasih deh,” komentar seseorang di Twitter.
Walaupun reaksi negatif di dunia maya seperti longsoran salju, sepertinya jin yang berbahan plastik ini terjual hingga stoknya habis. Beberapa pelanggan ada juga yang berkomentar positif.
“Busana berkualitas lainnya dari Topshop. Luar biasa mereka menyatukan sepasang jeans dari bahan lain selain denim dan tetap terlihat seperti sepasang jin,” tulis CommanderCody.
Belum lama ini Topshop juga membuat headline dengan celana jin yang pada bagian lututnya ada sepotong plastik bening. Setelah kini dengan jin dari plastik, kita tunggu saja, kira-kira ide apalagi yang akan muncul dari perusahan busana tersebut.
ternyata ampas tahu bisa jadi cemilan sehat

Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanain Bogor (FEM IPB), Maulida Aulia Rezki, Retno Khoirunnisa dan Annisa Permata berhasil meraih juara satu dalam kegiatan Business Plan Competition SELASAR SRIWIJAYA yang diselenggarakan beberapa waktu silam.
Acara Business Plan Competition ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan SELASAR SRIWIJAYA yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa, Universitas Sriwijaya.
Dalam ide business plan-nya Maulida dan tim mengangkat hasil samping produksi tahu yang dibuat menjadi camilan sehat.
"Yang kami angkat adalah pemanfaatan sisa hasil samping produksi tahu yaitu ampas tahu menjadi camilan sehat (chips ampas tahu) bernama TAKE! Ide ini dilatarbelakangi belum optimalnya pemanfaatan ampas tahu yang belum optimal, bahkan mencemari lingkungan khususnya sungai. Kita menemukan berbagai berita bahwa masih terjadi pencemaran di sungai di dekat rumah produksi tahu tradisional di daerah Bogor. Jadi kami berusaha menjadikan ide bisnis ini bisa memberikan nilai tambah pada usaha tahu," ujar Retno Khoirunnisa dalam siaran persnya.
Retno menambahkan, tidak hanya aspek writing and presentation, tapi juga business problem solving dan sharpening business knowledge.
"Jadi kami tidak hanya harus persentasi tapi dituntut juga bisa berfikir cepat dalam menyelesaikan suatu kasus bisnis dan mumpuni dalam pengetahuan/teori bisnis," ujarnya.
Dengan ide tersebut berhasil mengantarkan Maulida dan tim menjadi Juara Satu dalam kompetisi perencanaan bisnis berskala nasional tersebut.
Hal tersebut merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi tim dan almamater.
"Proses mendapatkan juara tentunya tidak mudah, kami bekerja sesuai keahlian masing-masing, ada yang bertugas produksi dan packaging, keuangan dan khusus menulis proposal. Selain itu kami bertiga adalah anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Century yang memang fokus pada kegiatan kewirausahaan. Persaingan sangat ketat, setiap kontestan membawa ide kreatif dan inovatif baik di bidang produk makanan , olahan, kreasi tangan jasa dan lain-lain," ujarnya.
Terdapat beberapa kegiatan lainnya dalam rangkaian acara tersebut seperti Sriwijaya Games, Business Plan Competition, Sriwijaya Science Debat, Sriwijaya Leaders Forum, dan Ampera Culture Fest.
Sekitar 85 tim ikut berkompetisi dalam lomba perencanan bisnis tersebut.
Tim yang mengirimkan proposal bisnis diseleksi oleh pihak panitia dan diumumkan finalis dan mengikuti serangkaian babak final di Universitas Sriwijaya.(*)
Langganan:
Postingan (Atom)


